<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Self-Hosting on Homelab Nuril</title><link>https://brandmu.my.id/tags/self-hosting/</link><description>Recent content in Self-Hosting on Homelab Nuril</description><generator>Hugo</generator><language>id</language><lastBuildDate>Wed, 21 Oct 2026 08:00:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://brandmu.my.id/tags/self-hosting/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Monitoring Docker dengan Prometheus dan Grafana</title><link>https://brandmu.my.id/posts/monitoring-docker-prometheus-grafana/</link><pubDate>Tue, 20 Oct 2026 08:00:00 +0700</pubDate><guid>https://brandmu.my.id/posts/monitoring-docker-prometheus-grafana/</guid><description>&lt;p>Menjalankan banyak layanan Docker di homelab memudahkan pengelolaan, tetapi juga membuat gangguan mudah terlewat. Disk dapat penuh, memori bisa habis, container mungkin terus restart, dan sebuah layanan dapat gagal tanpa terlihat dari halaman utamanya. Monitoring mengubah kondisi tersebut menjadi data yang bisa diperiksa sebelum masalah berkembang.&lt;/p></description></item><item><title>Docker Healthcheck untuk Kesiapan Layanan</title><link>https://brandmu.my.id/posts/docker-healthcheck-kesiapan-layanan/</link><pubDate>Mon, 19 Oct 2026 08:00:00 +0700</pubDate><guid>https://brandmu.my.id/posts/docker-healthcheck-kesiapan-layanan/</guid><description>&lt;p>Container berstatus berjalan belum tentu aplikasinya siap dipakai. Proses utama bisa tetap hidup saat database belum menerima koneksi, aplikasi masih memuat konfigurasi, atau endpoint web terus mengembalikan error. Tanpa pemeriksaan kesehatan, Docker hanya mengetahui bahwa proses container belum berhenti. Docker healthcheck menambahkan sinyal yang lebih berguna: apakah layanan benar-benar merespons pemeriksaan yang ditentukan.&lt;/p></description></item></channel></rss>